Berita Mancanegara.
Mahkotanews , Hanoi - Sebuah pengakuan mengejutkan keluar dari bibir seorang perempuan Vietnam bernama Ly Thi N. Ia Mengakui bahwa demi mendapatkan uang klaim dari Perusahaan Asuransi , ia berpura-pura menjadi korban tertabrak kereta , demi melancarkan aksinya itu ia pun merelakan satu kaki dan satu tangannya di potong.
![]() |
Demi uang Asuransi , perempuan ini sengaja 'memotong' kaki dan tangannya. |
AGEN POKER TERPERCAYA : Pada bulan Mei 2016 lalu skenario ini dimulai , dengan bantuan dari seorang temannya yang bernama Doan Van D yang dia bayar 44 Juta VND ( Mata Uang Vietnam ) atau sekitar Rp. 29 Juta Rupiah untuk memisahkan anggota tubuhnya , dengan tujuan untuk mendapatkan klaim dari perusahaan asuransi yang diikutinya sebesar 3 Milyar VND atau sekitar 1,9 Milyar Rupiah.
![]() |
Tersangka Ly Thi N. |
Doan Van D juga membuat laporan palsu di kepolisian setempat yang berperan sebagai saksi mata dan memanggil ambulans setelah melihat seorang perempuan bersimbah darah di rel kereta api di salah satu sudut kota Hanoi. Berdasarkan laporan dari media lokal 'Tuoi Tre' Pihak Kepolisian kota Hanoi sedang melakukan penyelidikan terhadap kedua tersangka.
![]() |
Keadaan Tersangka Dengan kaki dan tangan yang dipotong. |
Kasus ini pun menjadi ramai di perbincangkan di media sosial dan mengundang berbagai reaksi , ada yang menyayangkan dan ada juga yang mengecam. '' Ia mungkin sangat putus asa dan membutuhkan uang hingga melakukan perbuatan seperti itu , namun bukan hal sepele jika yang ditipu dan dihadapi adalah sebuah perusahaan asuransi. " , Kicau seorang Netizen dengan akun Facebook bernama Thanh Phuong Quynh Le. '' Ia kehilangan uang 40 Juta , 1 tangan dan 1 kaki , dan sekarang ancaman masuk penjara , ironis. " Tambah akun facebook bernama Ly Phan.
Baca Juga : www.beritaseoku.net
Sementara itu , Le Van Luan dari organisasi paralegal Hanoi mengatakan akan sangat sulit untuk mencari pasal dalam hukum pidana di Vietnam yang cocok untuk dikenakan kepada tersangka mengingat kasus ini merupakan hal baru di Vietnam. '' Kami membutuhkan aturan baru untuk kasus penipuan seperti ini , dan sungguh sangat disayangkan pelaku menyakiti dirinya sendiri dan ini merupakan hal yang baru dan sangat langka. '' Tutupnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar