AgenMaxBet | Judi Bola Terpercaya.

Minggu, 21 Agustus 2016

Brazil Cetak Sejarah , Neymar Lepas Ban Kapten.

Berita Olahraga.

Agen Bola Maxbet Terpercaya di Indonesia - Timnas Olimpiade Brazil cabang sepakbola akhirnya meraih medali emas pertama sepanjang sejarah olimpiade. Momen ini akan dikenang oleh seluruh rakyat Brazil ketika kiper Weverton Pereira da Silva yang belum dikenal namanya pada menit menit terakhirmelompat ke sisi kiri gawang untuk menahan penalti pemain Jermain , Nis Petersen.

Puluhan ribu masyarakat Brazil bersorak gembira di stadion Maracana , stadion yang dikenal sebagai stadion kebanggaan dan rumah spiritual , bahkan para relawan Olimpiade pun tertunduk dan menangis bangga akan pencapaian yang di lakukan oleh Neymar dkk. Namun pada malam itu , bukan hanya medali emas yang menjadi pertaruhan timnas Brazil.

Kegermbiraan timnas Brazil saat Weverton menahan penalti Nis petersen.

Pasalnya Brazil pada piala dunia 2014 lalu , selecao yang menjadi tuan rumah tak bermain sekalipun di stadion Maracana karena hanya di pakai untuk jadwal final sementara Brazil harus tersingkir di semifinal dari Jerman dengan skor 1-7. Dengan memenangkan medali ini menjadikan balas dendam 2 tahun lalu dimana skuad Brazil pada saat itu dibantai 1-7.

Kabar mengejutkan juga datang dari Neymar Jr yang menyerahkan ban kapten nya dan menyatakan berhenti menjadi kapten tim selecao. " Hari ini sangat bahagia karena saya sudah mengantarkan Brazil menjadi juara dan saya akan menyerahkan ban kapten , Ban Kapten ini saya terima dengan rasa hormat dan cinta yang mendalam , tetapi mulai saat ini , saya bukan lagi kapten , saya sudah menghubungi manajer Tite bahwa dia bisa mencari kapten baru. " Kata Neymar saat wawancara selepas menerima medali.

Neymar Jr. saat menerima medali emas Olimpiade cabang Sepakbola.

Tite sendiri akan menangani timnas Brazil setelah Olimpiade dan mulai  pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 tanggal 1 September nanti. Tite merupakan pelatih baru yang menggantikan Carlos Dunga yang di pecat setelah gagalnya Brazil lolos dari fase Grup Copa Amerika Centenario.

Baca Juga : Harga Rokok diatas 50.000 , Petani Tembakau makin susah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar