AgenMaxBet | Judi Bola Terpercaya.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Gubernur Jatim : Harga Rokok diatas 50.000 , Petani Tembakau makin susah.

Berita Nasional.

Agen Bola Maxbet Terpercaya di Indonesia - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga rokok menjadi 50.000 Rupiah perbungkus adalah bermula dari hasil studi yang dibuat oleh Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan , Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia , di pimpin oleh Hasbullah Thabarany dkk.

Kita Bisa Apa ?

Dari Studi yang mereka lakukan , terlihat nyata keterkaitan antara harga rokok dan jumlah perokok aktif. Mereka mencari responden 1.000 orang untuk di wawancarai dan hasilnya sebanyak 72% responden menjawab akan berhenti merokok jika harga rokok akan di naikkan harganya menjadi diatas 50.000 Rupiah per bungkus.

Hal ini membuat Gubernur Jawa Timur , Soekarwo berang. Soekarwo mengatakan pemerintah daerah perlu berembuk untuk membicarakan hal ini mengingat banyaknya petani tembakau di Jawa Timur menggantungkan hidupnya dari rokok dan dia khawatir jika harga rokok dinaikkan menjadi 50.000 Rupiah per bungkus , maka pendapatan petani tembakau dan buruh pabrik rokok berkurang bahkan akan terjadi PHK besar-besaran oleh para pengusaha rokok di Indonesia.

Meme Rokok 50.000/Bungkus.

Selain itu provinsi Jawa Timur juga menyumbangkan dana bea cukai rokok sebesar 100 Trilyun lebih. Dari Jumlah tersebut , hanya sebesar 2% lah yang kemudian dibagikan dengan pemerintah daerah. 

Meme Rokok 50.000/Bungkus.

'' Saya sangat berharap akan di panggil ke Jakarta untuk diajak membahas masalah ini , sebab sampai saat ini saya hanya mengetahu hal ini dari media massa. Petani tembakau juga pasti akan terimbas pendapatannya jika rencana ini benar-benar diwujudkan , karena ada 6,5 Juta orang yang menggantungkan hidupnya dari rokok. " Tutup Soekarwo saat di wawancarai.

Hal Senada juga dikatakan oleh Anggota Komisi IX Mukhamad Misbakhun , " Jika Harga Rokok dinaikkan menjadi 50.000 per bungkus , maka saya yakin seluruh pabrik rokok akan mengalaim kebangkrutan dan akan terjadi pemberhentian tenaga kerja yang sangat banyak , mengingat ada banyak sekali orang yang menggantungkan hidupnya dari bekerja di pabrik Rokok. " Kata Misbakhun.

Baca Juga : Menpora : Banyak Atlet Hidup Suram di Masa Tua.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar