AgenMaxBet | Judi Bola Terpercaya.

Jumat, 19 Agustus 2016

Menpora : Banyak Atlet Hidup Suram di Masa Tua.

Berita Olahraga.  

 
Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir baru saja berhasil meraih medali emas di Olimpiade Brazil dari cabang Bulu Tangkis mengalahkan pasangan ganda Campuran asal Malaysia. Kesuksesan keduanya pun mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah Indonesia. Menpora menjanjikan peraih medali Emas Olimpiade akan menerima bonus Rp. 5 milyar.

Agen Bola Maxbet Terpercaya di Indonesia - Bukan hanya itu saja , pemerintah juga akan memberikan tunjangan dana Rp. 20 Juta perbulan untuk peraih medali emas Olimpiade seumur hidup. " Peraih medali emas akan mendapatkan dana tunjangan Rp. 20 Juta/bulan , peraih medali perak akan mendapatkan Rp. 15 Juta/bulan dan peraih medali perunggu akan menerima Rp. 10 Juta/bulan.

Hal ini merupakan kemewahan yang baru pertama kali terjadi , sebelumnya tidak pernah ada tunjangan dan kebijakan seperti ini. Setelah sukses meraih medali dan kemenangan biasanya atlet akan diberikan bonus , tetapi setelah karir olahraganya selesai , tidak ada perhatian khusus yang diberikan pemerintah.

Hasilnya , banyak sekali atlet berprestasi yang hidup suram di masa tuanya. Seperti atlet dayung Lenni Haeni yang berhasil mempersembahkan total 20 medali untuk Indonesia , ia bahkan sukses meraih 3 medali emas dan 1 medali perak. Tetapi setelah karirnya berakhir , kehidupan Lenni sangatlah memprihatinkan dan bahkan ia harus menjadi buruh cuci dan bekerja serabutan.

Lenni Haeni ( Sumber : Google )

Bahkan Lenni tidak mampu untuk membiayai pengobatan anaknya yang di diagnosa menderita kulit sensitif ( Hepidemolosis Gulosa ) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ada lagi nama petinju legendaris Ellyas Pical yang di tahun 1980an mengharumkan nama bangsa indonesia di kancah dunia ,  namun hidupnya sempat luntang lantung tidak jelas setelah menjadi satpam di sebuah diskotik di Jakarta sampai di tahan oleh polisi karena melakukan transaksi narkoba , hal ini sempat menuai kritik dari beberapa kalangan yang menyebutkan tiadanya jaminan hidup bagi atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.

Ellyas Pical saat Menjadi juara IBF di Korea Selatan.

Ellyas Pical. ( Sumber : Google )

Ellyas Pical Masa Sekarang bekerja di Kantor KONI pusat.

Setelah bebas dari penjara , Pical di terima bekerja di kantor KONI pusat sebagai asisten Ketua KONI , Agum Gumelar. Banyaknya atlet yang mengorbankan pendidikan mereka untuk meraih prestasi , dengan adanya bantuan tunjangan ini , Menpora berharap dapat meminimalisir hal serupa untuk terjadi di masa yang akan datang.

Baca Juga : Arda Turan Gemilang , Barca tak perlu Striker Baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar