Berita Olahraga.
Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir baru saja berhasil meraih medali emas di Olimpiade Brazil dari cabang Bulu Tangkis mengalahkan pasangan ganda Campuran asal Malaysia. Kesuksesan keduanya pun mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah Indonesia. Menpora menjanjikan peraih medali Emas Olimpiade akan menerima bonus Rp. 5 milyar.
Agen Bola Maxbet Terpercaya di Indonesia - Bukan
hanya itu saja , pemerintah juga akan memberikan tunjangan dana Rp. 20
Juta perbulan untuk peraih medali emas Olimpiade seumur hidup. " Peraih
medali emas akan mendapatkan dana tunjangan Rp. 20 Juta/bulan , peraih
medali perak akan mendapatkan Rp. 15 Juta/bulan dan peraih medali
perunggu akan menerima Rp. 10 Juta/bulan.
Hal
ini merupakan kemewahan yang baru pertama kali terjadi , sebelumnya
tidak pernah ada tunjangan dan kebijakan seperti ini. Setelah sukses
meraih medali dan kemenangan biasanya atlet akan diberikan bonus ,
tetapi setelah karir olahraganya selesai , tidak ada perhatian khusus
yang diberikan pemerintah.
Hasilnya
, banyak sekali atlet berprestasi yang hidup suram di masa tuanya.
Seperti atlet dayung Lenni Haeni yang berhasil mempersembahkan total 20
medali untuk Indonesia , ia bahkan sukses meraih 3 medali emas dan 1
medali perak. Tetapi setelah karirnya berakhir , kehidupan Lenni
sangatlah memprihatinkan dan bahkan ia harus menjadi buruh cuci dan
bekerja serabutan.
![]() |
Lenni Haeni ( Sumber : Google ) |
Bahkan
Lenni tidak mampu untuk membiayai pengobatan anaknya yang di diagnosa
menderita kulit sensitif ( Hepidemolosis Gulosa ) di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo. Ada lagi nama petinju legendaris Ellyas Pical yang di
tahun 1980an mengharumkan nama bangsa indonesia di kancah dunia , namun
hidupnya sempat luntang lantung tidak jelas setelah menjadi satpam di
sebuah diskotik di Jakarta sampai di tahan oleh polisi karena melakukan
transaksi narkoba , hal ini sempat menuai kritik dari beberapa kalangan
yang menyebutkan tiadanya jaminan hidup bagi atlet yang telah
mengharumkan nama bangsa.
![]() |
Ellyas Pical saat Menjadi juara IBF di Korea Selatan. |
![]() |
Ellyas Pical. ( Sumber : Google ) |
![]() |
Ellyas Pical Masa Sekarang bekerja di Kantor KONI pusat. |
Setelah
bebas dari penjara , Pical di terima bekerja di kantor KONI pusat
sebagai asisten Ketua KONI , Agum Gumelar. Banyaknya atlet yang
mengorbankan pendidikan mereka untuk meraih prestasi , dengan adanya
bantuan tunjangan ini , Menpora berharap dapat meminimalisir hal serupa
untuk terjadi di masa yang akan datang.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar